Teks Deskripsi Kelas 7, Senin 5 Agustus 2019 (Pertemuan 2)

Pertemuan 2 (2JP)

A. Kompetensi Dasar
4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah,tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan baik secara lisan dan tulis

B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Merencanakan penulisan teks deskripsi

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah siswa menyelesaikan KD 3.2 diharapkan pada KD 4.2 siswa mampu menyusun kerangka teks dekripsi sesuai dengan kaidah dan struktur mengenai objek wisata yang terdapat di Lampung

D. Langkah-langkah Pembelajaran
v Pendahuluan/Kegiatan Awal
Guru :
o    Orientasi
·         Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
·         Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
·         Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
o   Apersepsi
·         Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan tema sebelumnya.yaitu
Ø  Menyajikan Lisan dan Menulis Teks Deskripsi
·         Menyajikan Teks Deskripsi Secara Lisan dari Video yang Diamati
·         Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
·         Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
o   Motivasi
·         Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
·         Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang,
Ø  Menulis Teks Deskripsi dan Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
·         Mengajukan pertanyaan.
o   Pemberian Acuan;
·         Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
·         Memberitahukan tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
·         Pembagian kelompok belajar
·         Menjelaskan  mekanisme pelaksanaan  pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
v Kegiatan Inti
Pesertadidik di dalam kelompok belajar :
Mengamati
o  Melihat (tanpa atau dengan alat)
o  Mengamati
Ø  Peserta didik diminta untuk mengamati tentang Menulis Teks Deskripsi
Ø  Peserta didik diminta untuk mengamati tentang langkah menyusun teks deskripsi
Ø  Peserta didik diminta untuk mengamati tentang kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan
o  Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung), : peserta didik diminta untuk membaca materi tentang
Ø  Menulis Teks Deskripsi
§  Menyusun teks deskripsi
§  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
o  Mendengar
Peserta didik diminta mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru tentang
Ø  Menulis Teks Deskripsi
§  Menyusun teks deskripsi
§  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
o  Menyimak
Penjelasan pengantar yang di sampaikan oleh guru secara global tentang
Ø  Menulis Teks Deskripsi
§  Menyusun teks deskripsi
§  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi

Menanya
Ø  Mengajukan pertanyaan tentang : Menulis Teks Deskripsi  yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Misalnya  :
Ø  Buatlah kerangka bagian-bagian yang akan di deskripsikan ?
Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
o   Menggunakan alat dan bahan (eksperiment),
o   Mengamati obyek/kejadian,
o   Mendemontrasikan tentang 
o   Memperagakan
o   Mengumpulkan informasi :
Ø  Menulis Teks Deskripsi
§  Menyusun teks deskripsi
§  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
o   Mencari informasi tentang :
Ø  Menulis Teks Deskripsi
§  Menyusun teks deskripsi
§  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
o   Aktivitas:
Ø  Peserta didik diminta membuat kerangka yang akan di deskripsikan
Ø  Peserta didik diminta menentukan subjek yang akan di dekkripsikan
o   Wawancara dengan nara sumber
o   Membaca sumber lain selain buku teks,
o   Membaca :
Ø  Menulis Teks Deskripsi
Ø  Menyusun teks deskripsi
Ø  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
o   Mendiskusikan
Ø  Peserta didik diminta mendiskusikan dalam kelompok: Gunakan variasi kata secara menarik
o   Mengulang
o   Mempresentasikan ulang
o   Saling tukar informasi tentang:
Ø  Menulis Teks Deskripsi
Ø  Menyusun teks deskripsi
Ø  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baruyang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Mengasosiasikan
o   Berdiskusi tentang data yang sudah dikumpulkan/ terangkum dalam kegiatan sebelumnya.
o   Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung.
o   Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan:
Ø  Menulis Teks Deskripsi
Ø  Menyusun teks deskripsi
Ø  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi

Mengkomunikasikan
o   Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
o   Mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan kelas tentang :
Ø  Menulis Teks Deskripsi
Ø  Menyusun teks deskripsi
Ø  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
o   Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.
o   Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa laporan tertulis tentang :
Ø  Menulis Teks Deskripsi
Ø  Menyusun teks deskripsi
Ø  Langkah-langkah Menyusun Teks Dekripsi
Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
o   Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan  beberapa pertanyaan kepada siswa.
o   Menyelesaikan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)

v Penutup
Peserta didik :
o   Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
o   Mengagendakan pekerjaan rumah.
o   Mengagendakan materi yang harus mempelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Ø  Peserta didik diminta membaca buku yang berkaitan dengan objek-objek di Nusantara baik mengenai wisata, kuliner, situs sejarah, museum, taman nasional, dan lain-lain. Hasil bacaan siswa dituangkan pada jurnal harian berikut. Sikap yang ditekankan adalah minat baca yang tinggi, rasa tanggung jawab, dan kejujuran dalam melakukan tugas.
Guru :
o   Memeriksa pekerjaan siswa yang selesa ilangsung diperiksa. Peserta didik yang  selesai mengerjakan soal dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian portofolio.
o   Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

Media dan Sumber Belajar
·  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 39 s.d 42.
·  http://kecilnyaaku.com Kategori: Jenis Teks, Kotak Info dan Tugas
·  Laptop (Menampilkan contoh teks deskripsi mengenai keindahan pariwisata).


Instrumen Penilaian 

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN - PROYEK

Proyek :                     
·         .......................................................................................................................................
·         .......................................................................................................................................
·         .......................................................................................................................................
·         .......................................................................................................................................

Orientasi Masalah:
Bentuklah tim kelompokmu, kemudian pergilah ke ……………… yang ada di ……………..mu. Ambil alat …………….. yang digunakan untuk ……………….. terhadap ……………. ……………… antara …………… terhadap ………….yang berada di ………….., lakukan berulang-ulang sehingga kamu menemukan …………….yang ……………… antara ……………. dengan …………… tersebut!

Langkah-langkah Pengerjaan:
1.              Kerjakan tugas ini secara kelompok. Anggota tiap kelompok paling banyak 4 orang.
2.              Selesaikan masalah terkait ……………
3.              Cari data …………… dengan ……………….. tersebut
4.              Bandingkan untuk mencari ………….. umum jumlah ……………………..pertahun
5.              Lakukan prediksi …………….. dengan ……………… tersebut
6.              Hasil pemecahan masalah dibuat  dalam laporan tertulis tentang kegiatan yang dilakukan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan pemecahan masalah, dan pelaporan hasil pemecahan masalah
7.              Laporan bagian perencanaan meliputi: (a) tujuan kegiatan, (b) persiapatrategi untuk pemecahan masalah
8.              Laporan bagian pelaksanaan meliputi: (a) pengumpulan data, (b) proses pemecahan masalah, dan (c) penyajian data hasil
9.              Laporan bagian pelaporan hasil meliputi: (a) kesimpulan akhir, (b) pengembangan hasil pada masalah lain (jika memungkinkan)
10.          Laporan dikumpulkan paling lambat …………… minggu setelah tugas ini diberikan

 Rubrik Penilaian Proyek:
Kriteria
Skor
·       Jawaban benar sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah
·       Laporan memuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
·       Bagian perencanaan memuat tujuan kegiatan yang jelas dan persiapatrategi pemecahan masalah yang benar dan tepat
·       Bagian pelaksanaan memuat proses pengumpulan data yang baik, pemecahan masalah yang masuk akal (nalar) dan penyajian data berbasis bukti
·       Bagian pelaporan memuat kesimpulan akhir yang sesuai dengan data, terdapat pengembangan hasil pada masalah lain
·       Kerjasama kelompok sangat baik
4
·       Jawaban benar sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah
·       Laporan memuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
·       Bagian perencanaan memuat tujuan kegiatan yang jelas dan persiapatrategi pemecahan masalah yang benar dan tepat
·       Bagian pelaksanaan memuat proses pengumpulan data yang baik, pemecahan masalah yang masuk akal (nalar) dan penyajian data berbasis bukti
·       Bagian pelaporan memuat kesimpulan akhir yang sesuai dengan data, tidak terdapat pengembangan hasil pada masalah lain
·       Kerjasama kelompok sangat baik
3
·       Jawaban benar tetapi kurang sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah
·       Laporan memuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
·       Bagian perencanaan memuat tujuan kegiatan yang kurang jelas dan persiapatrategi pemecahan masalah yang kurang benar dan tepat
·       Bagian pelaksanaan memuat proses pengumpulan data yang kurang baik, pemecahan masalah yang kurang masuk akal (nalar) dan penyajian data kurang berbasis bukti
·       Bagian pelaporan memuat kesimpulan akhir yang kurang sesuai dengan data, tidak terdapat pengembangan hasil pada masalah lain
·       Kerjasama kelompok baik
2
·       Jawaban tidak benar
·       Laporan memuat perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
·       Bagian perencanaan memuat tujuan kegiatan yang tidak jelas dan persiapatrategi pemecahan masalah yang kurang benar dan tepat
·       Bagian pelaksanaan memuat proses pengumpulan data yang kurang baik, pemecahan masalah yang kurang masuk akal (nalar) dan penyajian data tidak berbasis bukti
·       Bagian pelaporan memuat kesimpulan akhir yang tidak sesuai dengan data, tidak terdapat pengembangan hasil pada masalah lain
·       Kerjasama kelompok kurang baik
1
Tidak melakukan tugas proyek
0

Pengertian teks deskripsi
Untuk memahami pengertian dari teks deskripsi, alangkah baiknya kita memahami apa itu deskripsi?. Deskripsi adalah menguraikan atau melukiskan (wiyanto: 2014).

Kata deskripsi berasal dari bahasa latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan. Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan dan pengalaman penulisnya.

Tujuannya adalah pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.


Sedangkan pengertian  deskripsi itu sendiri menurut para ahli adalah
Tulisan yang bisa melukiskan sebuah kisah dengan tujuan untuk mengajak pembaca memahami merasakan dan menikmati objek yang dibicarakan seperti suasana hati, orang aktivitas dan sebagainya (Tarigan : 1994)

Deskripsi juga bisa didefinisikan sebagai suatu wacana yang berusaha menyajikan suatu hal atau objek pembicaraan yang seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek tersebut se olah-olah berada di depan mata para pembaca (Keraf : 1995)


Tujuan teks deskripsi
Tujuan teks deskripsi adalah membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan.

Pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.


Ciri-ciri teks deskripsi
Seperti teks yang lain untuk mengenali sebuah teks deskripsi dan juga bisa membuat paragraf deskripsi maka langkah yang harus diketahui adalah ciri-ciri teks tersebut.

Adapun ciri-ciri dari teks deskripsi secara umum adalah sebagai berikut: 

1.             Menggambarkan atau melukiskan sesuatu
2.             Penggambaran dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera
3.             Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri
4.             Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci 


Pola pengembangan teks deskripsi
Sedangkan pola pengembangan teks deskripsi adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi Spasial ( Paragraf ini menggambarkan objek kasus ruangan, benda, atau tempat )
Paragraf deskripsi spatial adalah paragraf yang topiknya berupa ruang atau tempat. Paragraf ini mendeskripsikan suatu ruang atau tempat dengan sangat jelas kepada para pembacanya.

2. Paragraf Deskripsi Objektif 
Objektif bermakna apa adanya atau sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, paragraf ini menggambarkan suatu objek dengan sesuai kenyataan tanpa adanya opini atau kesan pribadi seorang penulis.

3. Deskripsi subjektif ( Menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis )
Paragraf Deskripsi Subjektif Berbeda dengan paragraf deskripsi objektif, paragraf ini menggambarkan suatu objek berdasarkan apa yang dirasakan, dilihat oleh penulis itu sendiri. Dengan kata lain, penulis menuangkan opini-opini pribadi tentang keadaan suatu benda atau objek tersebut.


Struktur teks deskripsi
Teks deskripsi tersusun atas beberapa struktur yaitu:

1.             Deskripsi umum Pada bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang dideskrpsikan). 
2.             Deskripsi bagian Pada bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan. Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengang memberikan gambaran-gambaran yang jelas. 
3.             Penutup Kesimpulan atau penegasan hal-hal yang penting.


Jenis teks deksripsi
Macam-Macam Paragraf Deskripsi Secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam, yaitu :

a. Deskripsi Imajinatif/Impresionis 
Deskripsi imajinatif atau impresionis adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
 Contoh :

 Malam gelap gulita di hulu sungai Brantas. Sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendasyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimba alam jatuh ke tanah untuk selama-lamanya. Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya. Sekali-kali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api. Tetapi kenyataanya dalam sekejap mata hilangnya cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnakan oleh musuh lamanya “raja gulita”.

b. Deskripsi faktual/ekspositoris
Deskripsi faktual/ekspositoris adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya.

Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang.

Semakin rinci penulisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca. Apabila objek yang dilukiskan itu adalah seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohani meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja, dan sebagainya.

Contoh :

 Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana pendek dan baju kaos yang telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari- hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis, dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.
Unsur atau kaidah kebahasaan teks deskripsi 
Unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan yang dilibatkan dalam teks deskripsi yaitu:

1. Rujukan Kata 
Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan. Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk) 

2. Kata berimbuhan 
 Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks),akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks), contohnya:

·                     penari (tari), 
·                     berjumlah (jumlah). 
·                     menyanyikan (nyanyi)
·                     berbahasa (bahasa)
·                     bercampur (campur)
·                     menari (tari)

3. Konjungsi  (kata sambung / kata hubung)
Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Fungsi kata hubung (konjungsi)

·                     Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya dalam satu kalimat. 
·                     Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kalimat dengan kalimat lainnya. 
 Jenis Konjungsi 
Jenis Konjungsi Berdasarkan fungsinya, konjungsi dibagi menjadi dua:  
a. Konjungsi Intrakalimat:
Konjungsi intrakalimat yaitu konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: dan, juga (bermakna penambahan), atau (bermakna pilihan), tetapi (bermakna ), karena, sehingga (bermakna sebab-akibat), lalu, kemudian (bermakna kelanjutan).

Contoh konjungsi intra kalimat seperti:
Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) 
dan ditarikan oleh laki- laki. 

Kalimat di atas menggunakan kata hubung (konjungsi) intra kalimat “dan” yang bermakna penamabahan.

b.Konjungsi Antar kalimat
Konjungsi antarkalimat yaitu konjungsi yang dugunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.  
Contoh: meskipun demikian, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, akhirnya, selanjutnya, lalu, kemudian.

Contoh penggunaan konjungsi akan tetapi dan oleh karena itu antar kalimat :
Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga keraton Jogjakarta.
 Akan tetapi, ia begitu dekat dengan rakyatnya.

Novita ingin mendapatkan beasiswa prestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. 
Oleh karena itu, ia selalu giat belajar

4. Kelompok kata (frasa)
Kelompok kata atau frasa yaitu kumpulan kata  2 kata atau lebih yang tersusun dari kata bermakna dan membentuk arti kata baru.
Contoh kelompok kata misalnya : saputangan, takbenda

5.Katabaku dan tidak baku Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Sumber utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi( lisan dan tertulis) sedangkan non-baku atau tidak baku sebaliknya.

Contoh Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia

1.             telur – telor 
2.              jadwal – jadual
3.             rezim – rejim 
4.             negeri – negri 
5.             hierarki – hirarki 
6.             bus – bis 
7.              jenazah – jenasah 
8.             anugerah – anugrah
9.             karier – karir
10.          telepon – telefon
11.           izin – ijin
12.          debit – debet
13.          dekret – dekrit
14.          museum – musium
15.           kaus – kaos 
16.          risleting – resleting 
17.          terampil – trampil
18.          desain – disain 
19.          saraf – sarap 
20.          kempis – kempes 
21.          nomor – nomer
22.          penggawa – punggawa 
23.          deksripsi – diskripsi
24.          kerupuk – krupuk
25.          zamrud – jamrud
26.          formal – formil
27.          afdal – afdol
28.          museum – musium
29.          apotek – apotik
30.          aktual – aktuil
31.          antre – antri
32.          saraf – sarap
33.          cedera – cidera
34.          definisi – difinisi 
35.          cenderamata – cinderamata 
36.          metode – metoda
37.          atmosfer – atmosfir
38.          pensil – pinsil
39.          cendekiawan – cendikiawn 
40.          personel – personil 
41.          zaman – jaman 
42.          malapraktik – malpraktik 
43.          akta – akte

6. Penggunaan huruf kapital dan tanda baca
Teks deskripsi juga tidak lepas dari penggunaan huruf kapital dan tanda baca


Tuliskan menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia yang Benar ya, Nak. Untuk Kaisar dan teman-teman, belajar menulis dengan baik dan benar, perhatikan penggunaan huruf kapital. Semangat!!!!


KEINDAHAN GUNUNG BROMO

Gunung Bromo adalah sebuah gunung indah yang terletak di Jawa timur,  serta masuk ke dalam Taman Nasional Bromo tengger Semeru. Kawasan gunung ini memiliki sebuah keunikan tersendiri dimana di ketinggian 2392 meter di atas permukaan laut, akan  terdapat bentangan pasir yang sangat luas sekitar 5.250 hektar. Disini paran pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan cara menaiki kuda. Hal lain yang tidak dapat di lewatkan adalah menikmati sunrise di Gunung Bromo, dari puncak Gunung Penanjakan yang berada di ketinggian 2.770 meter.


Pemandangan alamnya saat sunsrise sangat menakjubkan, matahari yang perlahan mulai naik di iringi latar gunung semeru yang gagah mengeluarkan asap dari kejauhan akan memaparkan pemandangan indah yang sulit untuk di lukiskan sehingga pada saat seperti itu sangat di sayang kan jiika tidak di abadikan dengan momen berharga berupa memotret.

Gunung Bromo ini dihuni oleh masyarakat asli suku Tengger. Masyarakat asli Tengger ini meyakini bahwa Gunung Bromo adalah sebuah gunung tempat dimana seorang pangeran mengorbankan hidup demi sebuah keluarganya. Masyarakat pun rutin melakukan festival Yadnya Kasada atau Kasodo. Maka waktu yang tepat untuk berkunjung ke Gunung Bromo adalah saat bulan Kasada atau biasanya di bulan Septermber-November.

Di bulan Kasada ini akan dapat di saksikan festival Kasada yakni sebuah upacara tahunan suku asli Tengger yang datang ke Bromo untuk melemparkan sajen yang berupa Sayuran, ayam, uang ke dalam kawah gunung berapi sebagai wujud rasa bersyukur dan di persembahkan kepada Dewa. Tiap prosesi dari Upacara ini sangat menarik wisatawan sehingga saat upacara kasada Bromo semakin banyak di kunjungi oleh pendatang.

Menurut kisah Gunung Bromo ini berasal dari kata Brahma yakni salah seorang Dewa agama Hindu. Sebagai sebuah gunung yang besar dan indah, Bromo masih termasuk ke dalam golongan  gunung api yang masih aktif, walaupun Gunung Bromo tidak sebesar gunung api lainnya yang ada di Indonesia tetapi pemandangan alam dan suasaan gunungnya membuat gunung ini sangat pantas untuk di sambangi.  Sehingga para wisatawan tidak jera untuk berkunjung dan berkunjung lagi menikmati keindahan alam Gunung Bromo. Alhasil Bromo pun menjadi salah satu tujuan wisata yang terkenal di Indonesia dan menjadi  ikon wisata Jawa Timur.

Untuk sampai ke Gunung Bromo, maka pengunjung bisa menempuh perjalanan terlebih dahulu ke Kota malang. Karena kota malang merupakan sebuah kota yang cukup besar maka untuk menuju kota ini bisa di tempuh dengan berbagai ragam transfortasi. Dari mulai kendaraan pribadi, bus, kereta maupun melalui pesawat. Kendaraan Jeep atau land rover 4×4 adalah kendaraan umum yang di gunakan di kawasan Bromo. Memang harganya lumayan mahal tetapi semua akan terasa lebih ringan jika di tempouh dengan rombongan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi Kisi Soal UH Bab 5 Puisi Rakyat, Kamis 23 Januari 2020

MATERI DAN TUGAS DARING KELAS 7, SENIN 18 MEI 2020

DARING KELAS 8A, SELASA 12 MEI 2020