Teks Deskripsi Kelas 7, Senin 5 Agustus 2019 (Pertemuan 2)
Pertemuan 2 (2JP)
A. Kompetensi Dasar
4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah,tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan baik secara lisan dan tulis
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Merencanakan penulisan teks deskripsi
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah siswa menyelesaikan KD 3.2 diharapkan pada KD 4.2 siswa mampu menyusun kerangka teks dekripsi sesuai dengan kaidah dan struktur mengenai objek wisata yang terdapat di Lampung
D. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kompetensi Dasar
4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah,tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan baik secara lisan dan tulis
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Merencanakan penulisan teks deskripsi
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah siswa menyelesaikan KD 3.2 diharapkan pada KD 4.2 siswa mampu menyusun kerangka teks dekripsi sesuai dengan kaidah dan struktur mengenai objek wisata yang terdapat di Lampung
D. Langkah-langkah Pembelajaran
Media dan Sumber Belajar
Pengertian teks deskripsi
Untuk
memahami pengertian dari teks deskripsi, alangkah baiknya kita memahami apa itu
deskripsi?. Deskripsi adalah menguraikan atau melukiskan (wiyanto: 2014).
Kata deskripsi berasal dari bahasa latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan. Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan dan pengalaman penulisnya. Tujuannya adalah pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Sedangkan pengertian deskripsi itu sendiri menurut para ahli adalah Tulisan yang bisa melukiskan sebuah kisah dengan tujuan untuk mengajak pembaca memahami merasakan dan menikmati objek yang dibicarakan seperti suasana hati, orang aktivitas dan sebagainya (Tarigan : 1994) Deskripsi juga bisa didefinisikan sebagai suatu wacana yang berusaha menyajikan suatu hal atau objek pembicaraan yang seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek tersebut se olah-olah berada di depan mata para pembaca (Keraf : 1995)
Tujuan teks deskripsi
Tujuan
teks deskripsi adalah membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian,
ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau
adegan.
Pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.
Ciri-ciri teks deskripsi
Seperti
teks yang lain untuk mengenali sebuah teks deskripsi dan juga bisa membuat
paragraf deskripsi maka langkah yang harus diketahui adalah ciri-ciri teks
tersebut.
Adapun ciri-ciri dari teks deskripsi secara umum adalah sebagai berikut:
1.
Menggambarkan atau
melukiskan sesuatu
2.
Penggambaran dilakukan
sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera
3.
Membuat pembaca atau
pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri
4.
Menjelaskan ciri-ciri
objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara
terperinci
Pola pengembangan teks deskripsi
Sedangkan
pola pengembangan teks deskripsi adalah sebagai berikut:
1. Deskripsi Spasial ( Paragraf ini menggambarkan objek kasus ruangan, benda, atau tempat ) Paragraf deskripsi spatial adalah paragraf yang topiknya berupa ruang atau tempat. Paragraf ini mendeskripsikan suatu ruang atau tempat dengan sangat jelas kepada para pembacanya. 2. Paragraf Deskripsi Objektif Objektif bermakna apa adanya atau sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, paragraf ini menggambarkan suatu objek dengan sesuai kenyataan tanpa adanya opini atau kesan pribadi seorang penulis. 3. Deskripsi subjektif ( Menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis ) Paragraf Deskripsi Subjektif Berbeda dengan paragraf deskripsi objektif, paragraf ini menggambarkan suatu objek berdasarkan apa yang dirasakan, dilihat oleh penulis itu sendiri. Dengan kata lain, penulis menuangkan opini-opini pribadi tentang keadaan suatu benda atau objek tersebut.
Struktur teks deskripsi
Teks
deskripsi tersusun atas beberapa struktur yaitu:
1.
Deskripsi umum Pada
bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang
dideskrpsikan).
2.
Deskripsi bagian Pada
bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan.
Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengang memberikan
gambaran-gambaran yang jelas.
3.
Penutup Kesimpulan
atau penegasan hal-hal yang penting.
Jenis teks deksripsi
Macam-Macam
Paragraf Deskripsi Secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam,
yaitu :
a. Deskripsi Imajinatif/Impresionis Deskripsi imajinatif atau impresionis adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca. Contoh :
Malam gelap gulita di hulu
sungai Brantas. Sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu
menjadi satu dengan gegap gempita yang mendasyatkan dan mengecilkan hati,
pertanda seorang raja rimba alam jatuh ke tanah untuk selama-lamanya. Ramai peperangan
di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang
rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya. Sekali-kali terang cuaca
hutan belantara itu, seperti diserang api. Tetapi kenyataanya dalam sekejap
mata hilangnya cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu,
dimusnakan oleh musuh lamanya “raja gulita”.
b. Deskripsi faktual/ekspositoris Deskripsi faktual/ekspositoris adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya. Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang. Semakin rinci penulisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca. Apabila objek yang dilukiskan itu adalah seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohani meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja, dan sebagainya. Contoh :
Di sudut dekat pintu duduk
seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana pendek dan baju kaos yang
telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari- hari
dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh
urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang
keruh, pipinya yang kempis, dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan
hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.
Unsur atau kaidah kebahasaan teks deskripsi
Unsur
kebahasaan atau kaidah kebahasaan yang dilibatkan dalam teks deskripsi yaitu:
1. Rujukan Kata Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan. Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk) 2. Kata berimbuhan Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks),akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks), contohnya:
·
penari (tari),
·
berjumlah
(jumlah).
·
menyanyikan (nyanyi)
·
berbahasa (bahasa)
·
bercampur (campur)
·
menari (tari)
3. Konjungsi (kata sambung / kata hubung) Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat. Fungsi kata hubung (konjungsi)
·
Konjungsi yang
berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya dalam satu
kalimat.
·
Konjungsi yang
berfungsi sebagai penghubung satu kalimat dengan kalimat lainnya.
Jenis Konjungsi
Jenis Konjungsi Berdasarkan fungsinya, konjungsi dibagi menjadi dua: a. Konjungsi Intrakalimat: Konjungsi intrakalimat yaitu konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: dan, juga (bermakna penambahan), atau (bermakna pilihan), tetapi (bermakna ), karena, sehingga (bermakna sebab-akibat), lalu, kemudian (bermakna kelanjutan). Contoh konjungsi intra kalimat seperti: Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki- laki. Kalimat di atas menggunakan kata hubung (konjungsi) intra kalimat “dan” yang bermakna penamabahan. b.Konjungsi Antar kalimat Konjungsi antarkalimat yaitu konjungsi yang dugunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Contoh: meskipun demikian, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, akhirnya, selanjutnya, lalu, kemudian. Contoh penggunaan konjungsi akan tetapi dan oleh karena itu antar kalimat : Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga keraton Jogjakarta. Akan tetapi, ia begitu dekat dengan rakyatnya. Novita ingin mendapatkan beasiswa prestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia selalu giat belajar 4. Kelompok kata (frasa) Kelompok kata atau frasa yaitu kumpulan kata 2 kata atau lebih yang tersusun dari kata bermakna dan membentuk arti kata baru. Contoh kelompok kata misalnya : saputangan, takbenda 5.Katabaku dan tidak baku Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Sumber utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi( lisan dan tertulis) sedangkan non-baku atau tidak baku sebaliknya. Contoh Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia
1.
telur – telor
2.
jadwal – jadual
3.
rezim – rejim
4.
negeri – negri
5.
hierarki – hirarki
6.
bus – bis
7.
jenazah – jenasah
8.
anugerah – anugrah
9.
karier – karir
10.
telepon – telefon
11.
izin – ijin
12.
debit – debet
13.
dekret – dekrit
14.
museum – musium
15.
kaus – kaos
16.
risleting – resleting
17.
terampil – trampil
18.
desain – disain
19.
saraf – sarap
20.
kempis – kempes
21.
nomor – nomer
22.
penggawa – punggawa
23.
deksripsi – diskripsi
24.
kerupuk – krupuk
25.
zamrud – jamrud
26.
formal – formil
27.
afdal – afdol
28.
museum – musium
29.
apotek – apotik
30.
aktual – aktuil
31.
antre – antri
32.
saraf – sarap
33.
cedera – cidera
34.
definisi – difinisi
35.
cenderamata – cinderamata
36.
metode – metoda
37.
atmosfer – atmosfir
38.
pensil – pinsil
39.
cendekiawan – cendikiawn
40.
personel – personil
41.
zaman – jaman
42.
malapraktik – malpraktik
43.
akta – akte
6. Penggunaan huruf kapital dan tanda baca Teks deskripsi juga tidak lepas dari penggunaan huruf kapital dan tanda baca Tuliskan menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia yang Benar ya, Nak. Untuk Kaisar dan teman-teman, belajar menulis dengan baik dan benar, perhatikan penggunaan huruf kapital. Semangat!!!!
KEINDAHAN GUNUNG BROMO
Gunung Bromo adalah sebuah gunung indah yang terletak di Jawa timur, serta masuk ke dalam Taman Nasional Bromo tengger Semeru. Kawasan gunung ini memiliki sebuah keunikan tersendiri dimana di ketinggian 2392 meter di atas permukaan laut, akan terdapat bentangan pasir yang sangat luas sekitar 5.250 hektar. Disini paran pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan cara menaiki kuda. Hal lain yang tidak dapat di lewatkan adalah menikmati sunrise di Gunung Bromo, dari puncak Gunung Penanjakan yang berada di ketinggian 2.770 meter. Pemandangan alamnya saat sunsrise sangat menakjubkan, matahari yang perlahan mulai naik di iringi latar gunung semeru yang gagah mengeluarkan asap dari kejauhan akan memaparkan pemandangan indah yang sulit untuk di lukiskan sehingga pada saat seperti itu sangat di sayang kan jiika tidak di abadikan dengan momen berharga berupa memotret. Gunung Bromo ini dihuni oleh masyarakat asli suku Tengger. Masyarakat asli Tengger ini meyakini bahwa Gunung Bromo adalah sebuah gunung tempat dimana seorang pangeran mengorbankan hidup demi sebuah keluarganya. Masyarakat pun rutin melakukan festival Yadnya Kasada atau Kasodo. Maka waktu yang tepat untuk berkunjung ke Gunung Bromo adalah saat bulan Kasada atau biasanya di bulan Septermber-November. Di bulan Kasada ini akan dapat di saksikan festival Kasada yakni sebuah upacara tahunan suku asli Tengger yang datang ke Bromo untuk melemparkan sajen yang berupa Sayuran, ayam, uang ke dalam kawah gunung berapi sebagai wujud rasa bersyukur dan di persembahkan kepada Dewa. Tiap prosesi dari Upacara ini sangat menarik wisatawan sehingga saat upacara kasada Bromo semakin banyak di kunjungi oleh pendatang. Menurut kisah Gunung Bromo ini berasal dari kata Brahma yakni salah seorang Dewa agama Hindu. Sebagai sebuah gunung yang besar dan indah, Bromo masih termasuk ke dalam golongan gunung api yang masih aktif, walaupun Gunung Bromo tidak sebesar gunung api lainnya yang ada di Indonesia tetapi pemandangan alam dan suasaan gunungnya membuat gunung ini sangat pantas untuk di sambangi. Sehingga para wisatawan tidak jera untuk berkunjung dan berkunjung lagi menikmati keindahan alam Gunung Bromo. Alhasil Bromo pun menjadi salah satu tujuan wisata yang terkenal di Indonesia dan menjadi ikon wisata Jawa Timur. Untuk sampai ke Gunung Bromo, maka pengunjung bisa menempuh perjalanan terlebih dahulu ke Kota malang. Karena kota malang merupakan sebuah kota yang cukup besar maka untuk menuju kota ini bisa di tempuh dengan berbagai ragam transfortasi. Dari mulai kendaraan pribadi, bus, kereta maupun melalui pesawat. Kendaraan Jeep atau land rover 4×4 adalah kendaraan umum yang di gunakan di kawasan Bromo. Memang harganya lumayan mahal tetapi semua akan terasa lebih ringan jika di tempouh dengan rombongan. |
Komentar
Posting Komentar