Teks Cerita Fantasi Selasa, 17 September 2019

4.4   Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa
4.4.1          Merencanakan pengembangan cerita fantasi.

(Pengetahuan)
Pendahuluan : Orientasi, apersepsi, motivasi, pemberian acuan.
Inti:
  • Mengamati judul, kerangka, dan langkah
  • Mengembangkan cerita fantasi
  • Mempertanyakan langkah membuat cerita fantasi dengan mengamati objek
  • Menggali informasi dari berbagai sumber langkah menulis cerita fantasi
  • Latihan menentukan judul dan kerangka cerita fantasi berdasarkan yang ditentukan/ dipilih siswa
  • Memajang kerangka cerita dan saling mengomentari serta meminta masukan
  • Siswa bersama guru menyimpulkan butir-butir pokok materi yang telah dipelajari.
Penutup
  • Siswa bersama guru melakukan indentifikasi keunggulan dan kelemahan kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksnakan.
  • Siswa menerima umpan balik tentang proses pembelajaran.
  • Mewajibkan siswa siswa untuk membaca buku fiksi (cerita fantasi) minimal satu buah. Hasil bacaannya dituangkan pada jurnal harian membaca.
  • Siswa menerima penyampaian tentang kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya.

·  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 18 s.d 35.
·  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 39 s.d 42
Penugasan
2 JP










Lampiran Materi (Mengembangkan Cerita Fantasi
Menulis cerita fantasi itu gampang-gampang susah. Gampang, karena ceritanya berdasar imajinasi pengarang, jadi suka-suka pengarang yang menulisnya. Pengarang tinggal membuat sebuah dunia ajaib yang mengajak pembaca memasuki dunia menakjubkan. Kemudian, buat saja karakter pahlawan yang menaklukan monster ataupun penyihir jahat yang menjadi musuhnya. Untuk ending, buat sang pahlawan menang, dan dunia kembali aman. Ya, memang kedengarannya mudah. Lantas, kenapa susah?
Tentu saja susah, karena ada pertanyaan yang harus dijawab; ke mana imajinasi itu akan dibawa? Misalnya, dunia seperti apa yang ingin diciptakan pengarang? Monster seperti apa yang harus dilawan oleh karakter utama? Dan yang terpenting, mengapa karakter utama itu harus melawan monster?
Di samping itu, menulis cerita pendek dengan tema fantasi akan lebih susah lagi daripada menulis novel, karena cerita pendek harus segera selesai. Sebuah deskripsi dunia fantastis harus selesai dalam beberapa paragraf saja, dan paragraf yang lain harus segera menceritakan petualangan si tokoh utama. Menulis novel, meskipun kedengarannya mudah, juga mempunyai sisi sulit—sang pengarang harus berpikir keras agar ceritanya tidak membosankan. Hal ini berarti bahwa pengarang harus memeras otak untuk melalui proses kreatif untuk menghindari kebuntuan ide.
Hal lain yang perlu diperhatikan, yakni cerita fantasi yang tersebar di publik sudah begitu banyak, jadi pengarang haruslah pandai-pandai memilih cerita seperti apa yang akan ditulis. Hal ini penting karena seorang pembaca yang berpengalaman mungkin akan bosan dengan jalan ceritanya, dan tidak menutup kemungkinan dia akan dengan mudah menebak seperti apa ending-nya.
Meskipun begitu, seorang penulis sejati pasti menyukai tantangan-tantangan. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk menulis cerita fantasi.
Buatlah motif dulu. Misalnya ada sesuatu yang diperebutkan. Atau ada kutukan yang harus dimusnahkan. Dalam seri Harry Potter pertama, yang diperebutkan adalah batu bertuah. Kemudian, buatlah alasan kenapa benda itu diperebutkan. Misalnya, karena orang yang memakai benda itu dapat menjadi sakti mandraguna, dsb. Atau karena raja akan memberi hadiah bagi siapa saja yang berhasil menemukannya. Motif ini bisa menjadi judul cerita yang akan kamu buat.
Buatlah karakter dengan motivasi yang kuat. Misalnya, ingin mengangkat derajat sukunya yang selalu diremehkan suku lain. Beri karaktermu sifat pantang menyerah, selalu berpihak pada kebaikan, dan sederet sifat apik lainnya. Namun, jangan terlalu sempurna ketika membuat karakter utama. Beri juga sifat jelek lainnya, misalnya selalu terburu-buru, ceroboh, atau kerap bertindah bodoh.
Mengapa hal ini penting? Tentu saja agar ceritanya tidak seolah-olah selesai dengan mudah. Seperti dalam kenyataan hidup, tak ada yang namanya kebetulan. Selalu saja ada orang yang menolong ketika masalah menghadang. Maka, buatlah karakter itu tidak sendiri. Dia harus mempunyai teman yang akan menolongnya di saat dia kesulitan atau bertindak bodoh. Teman-temannya harus mempunyai sifat yang akan melengkapi karakter sang tokoh utama.
Kemudian, buatlah karakter jahat. Karakter jahat tidak harus seorang raja seperti Lord Voldemort, yang mempunyai banyak pengikut setia. Buat saja karakter jahat yang seumuran dengan karakter utama. Beri sifat jahat, misalnya licik, suka mengejek, dan tidak berbelas kasihan. Jika cerita fantasimu pendek, karakter jahat non-raja mungkin akan lebih menarik. Persaingan sesama teman membuat pengarang tidak harus membuat deskripsi banyak-banyak tentang raja jahat yang berniat menguasai dunia.
Buatlah sejarah dan latar yang jelas. Hal inilah yang akan sangat berpengaruh pada jalan cerita. Di samping itu, poin ini juga yang menarik perhatian para pembaca. Poin ini sebenarnya dapat dilakukan pertama kali sebelum mulai membuat motif dan karakter. Tetapi, jika cerita fantasinya pendek, dunia fantasi sebagai latar dalam cerita dapat disesuaikan dengan motif dan karakter. Jika panjang, maka deskripsi sejarah dan latar dunia fantasi harus sedetil-detilnya dan jangan sampai terjadi tumpang-tindih ketika membuat aturan.
Ya, aturan dalam dunia fantasi sangat penting. Buatlah sebuah dunia dengan aturan sendiri. Contoh, dalam Harry Potter, ada dunia non-penyihir dan penyihir dengan aturan masing-masing. Melakukan praktik sihir di bawah umur adalah ilegal. Dan tidak boleh sembarangan melakukan sihir di depan kaum non-penyihir.
Kamu tidak harus membuat dunia fantasi penuh dengan sihir atau tempat-tempat ajaib. Kamu bisa membuat dunia sederhana dengan kenyataan yang menakjubkan; di mana sebenarnya ada manusia yang menikah dengan kaum peri, yang menghasilkan keturunan campuran, dan hidup berbaur dengan para manusia. Aturannya, hal ini sebenarnya dirahasiakan bagi mereka yang tidak mengetahui. Jika ketahuan, yang bersangkutan akan dihukum. Lebih menarik lagi, buatlah sejarah yang menyatakan bahwa ada kejadian tertentu yang membuat kaum peri memusuhi kaum campuran dan kaum manusia. Buat juga suku-suku peri yang mempunyai pekerjaan berbeda-beda seperti dalam film Tinker Bell; peri air, peri bunga, peri perajin, dsb.
Cerita fantasi selalu dibumbui petualangan dan aksi. Buatlah petualangan karakter utama dan teman-temannya di mana mereka mencari karakter jahat untuk membalas dendam. Atau buat saja semacam perlombaan memperebutkan sesuatu. Tambahkan aksi perkelahian dengan sihir-sihir ajaib atau jurus-jurus tertentu.
Ending. Ending cerita yang memuaskan pembaca di mana-mana hampir sama: karakter utama berhasil mengalahkan tokoh jahat. Buat saja seperti itu. Jika ingin lebih greget, buat saja ada kenyataan sesungguhnya yang terungkap di akhir cerita. Hal ini akan sangat berhubungan dengan motif utama cerita, jadi berhati-hatilah ketika membuat ending.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi Kisi Soal UH Bab 5 Puisi Rakyat, Kamis 23 Januari 2020

MATERI DAN TUGAS DARING KELAS 7, SENIN 18 MEI 2020

DARING KELAS 8A, SELASA 12 MEI 2020