Teks Eksposisi Kelas 8, Selasa 15 Oktober 2019

TUGAS KELOMPOK!

Temukan gagasan utama dalam setiap paragraf di bawah ini (satu kelompok menganalisis satu teks)





Pendidikan karakter

Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan seseorang dapat mengenali jati dirinya sendiri. Jati diri tersebut tentu saja terbentuk dari karakter yang dimiliki oleh seseorang itu sendiri. Melalui perubahan kurikulum pemerintah juga ikut berperan dalam membentuk karakter anak didik. Pemerintah mengubah Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum 2013. Perubahan ini mensyaratkan adanya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan di Indonesia.



Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang lebih mengutamakan kemampuan siswa secara personal atau pendidikan yang mencoba untuk menggali potensi diri dari seorang individu, dalam hal ini siswa. Pendidikan karakter ini penting akan menggali bakat-bakat tersembunyi yang dimiliki oleh siswa. Setiap siswa tentu saja memiliki bakat, potensi, dan kecerdasan di bidang yang tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya.



Siswa yang tidak pandai dalam pelajaran tentu saja bukan berarti ia bodoh, ia pasti memiliki kemampuan di bidang yang lain. Melalui pendidikan berkarakter, cerdas atau tidaknya seseorang tidak ditentukan berdasarkan pintar atau tidaknya seseorang dalam pelajaran di kelas. Guru juga tidak boleh untuk melabeli seorang siswa bodoh apabila ia tidak pintar dalam mata pelajaran yang diajarkan di kelas.



Pemerintah juga telah mengupayakan terwujudnya pendidikan karakter ini, yaitu melalui kurikulum pendidikan terbaru, yaitu kurikulum 2013. Melalui kurikulum ini pemerintah berusaha menggali potensi dan menanamkan karakter kepada siswa. Karakter yang toleransi terhadap suku, agama, bahasa, kebudayaan, dan adat istiadat lain. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan, bahasa, kepercayaan, dan adat istiadat. Sehingga penanaman sikap toleransi harus diperkenalkan sejak di bangku sekolah.



Selain itu, pendidikan karakter juga diharapkan mampu membekali siswa di masa yang akan datang terkait dengan masa depannya. Siswa harus memiliki keahlian dan skill khusus yang harus dimiliki di zaman globalisasi ini.



Pendidikan karakter merupakan bekal awal siswa di masa depan. Siswa harus memiliki sikap toleransi kepada sesamanya dan memiliki skil atau potensi diri yang dapat dibanggakan agar siswa sebagai penerus bangsa ini lebih siap menghadapi kemajuan zaman.













































Diskriminalisasi Terhadap Wanita



Wanita sangatlah rentan menjadi sasaran objek kejahatan. Berdasarkan data yang dirilis, Indonesia termasuk negara yang paling tidak aman terhadap kaum wanita. Rata-rata tiap hari hampir sering adanya laporan kejahatan terhadap wanita di Indonesia. Malahan ada beberapa kasus yang cukup langka, yaitu diantaranya pelakunya berasal dari keluarga korban sendiri. Kasus-kasus tersebut mengundang masukan dan pendapat dari pakar sosial terkait kesalahan struktur masyarakat Indonesia.

Walaupun Negara kita secara tegas menerapkan undang-undang yang menjerat para pelaku tindakan kriminal, akan tetapi penerapan hukuman tersebut dinilai belum membuat para pelaku kapok atau jera. Beberapa pendapat dari pakar sosial memberikan kesimpulan bahwa adanya stereotype yang terjadi di masyarakat yang menimbulkan meningkatnya tindakan kriminal pada wanita. Negara kita Indonesia, pada konstruksi sosialnya menganut patriaki dimana kedudukan lelaki dinilai lebih tinggi dibandingkan wanita.

Pemerintah sebenarnya sudah menerapkan beberapa upaya dan pencegahan tindakan kriminal seperti sosialisasi pemberdayaan wanita, menyediakan gerbong kereta khusus wanita, mengutamakan kebutuhan wanita di tempat umum dan lainnya. Akan tetapi masih saja ada beberapa oknum yang melanggar peraturan tersebut.

Lantaran sistem sosial patriaki sudah turun temurun dan berlangsung lama di Indonesia, mau tidak mau wanita diharuskan mentaati seluruh aturan sosial yang mana condong terjadinya diskriminasi gender. Selain itu sistem tersebut juga mengarahkan wanita supaya selalu patuh dan takut kepada pria. Dengan begitu apabila ada wanita yang melawan, tetap saja masyarakat menganggap perlawanan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh wanita yang sudah dinilai memiliki watak lemah lembut dan taat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi Kisi Soal UH Bab 5 Puisi Rakyat, Kamis 23 Januari 2020

MATERI DAN TUGAS DARING KELAS 7, SENIN 18 MEI 2020

DARING KELAS 8A, SELASA 12 MEI 2020