TEKS ULASAN, Kamis 16 Januari 2020
Teks Ulasan
[Review Film] Parasite (2019), Drama Kebohongan Keluarga
Miskin
Struktur teks ulasan
[Review Film] Parasite (2019), Drama Kebohongan Keluarga
Miskin
Keluarga miskin Kim ki-taek
saling bekerja sama untuk memanipulasi identitas asli mereka demi bisa bekerja
di keluarga kaya raya. Lantas, apa identitas mereka pada akhirnya akan
terungkap?
Selama
2 bulan terakhir, banyak film-film keren yang tayang bioskop. Terlalu banyak
film yang di rekomendasikan orang-orang, membuat dompet saya terancam. Yang
terancam bukan dompetnya, tapi isi-nya.
Dulu,
saya sangat menunggu sekali Spider-Man Far From Home, tapi di sisi lain saya
ingin bernostalgia dengan tontonan masa kecil, Toy story 4. Di lain waktu, film
Alladin dan Men In Black Internasional begitu hype dan bikin penasaran.
Yang
pasti karena keterbatasan biaya, dari belasan film keren yang tayang, hanya
satu atau dua film saja yang akan saya tonton. Sisanya saya tunggu sampai
ada versi gratisannya di Iflix atau menunggu sampai tayang di televisi setahun
kemudian. Memang begini nasib sobat misqueen stadium 4.
Beberapa
bulan terakhir ini film-film Hollywood hampir semuanya laris manis. Orang-orang
ramai memenuhi Story Whatapps dan Instagram. Semua pada foto, pamer tiket
bioskop, tapi anehnya tidak ada satupun yang tertarik memfoto tiket parkir.
Dibalik
euforia itu, ada satu film Korea yang tiba-tiba nyempil diantara film andakal
dan Hollywood. Namanya Parasite. Dari posternya sudah keliatan unik. Tapi lebih
unik lagi karena beberapa film maker sekelas Joko Anwar ramai-ramai
merekomendasikan film ini.
Jarang-jarang
andah ada Sutradara film Indonesia yang memuji habis-habisan film Korea
Selatan. Tebakan saya, itu terjadi karena film Parasite mendapat penghargaan Palm
d'Or di Festival Film Cannes 2019. Mungkin
itu yang membuat seorang Joko Anwar beserta teman-teman film maker lainnya jadi
notice dengan film karya Bong joon-ho. Padahal, setahu saya banyak film korea
yang tak kalah keren. Karena
penasaran, saya pun penasaran. Setelah memantapkan diri untuk tidak tergoda
pamer tiket bioskop, akhirnya saya memutuskan menonton film ini. Sejauh yang
saya tahu, film-film korea bertema Tragedi itu bagus-bagus. 2 tahun lalu saya pernah nonton
film korea Taxi Driver yang bikin saya kagum dan terharu dengan jalan
ceritanya. Kali ini, ketika saya ingin menontonnya, saya berharap Parasite bisa
memberi kesan yang sama.
Setelah
selesai menonton, tanggapan saya, ya sesuai ekspetasi. Tidak ada komentar dari
saya selain kata keren abis. Walaupun menurut saya, Parasite tidak semenarik
Taxi Driver, tapi film ini layak di ancungi jempol karena mengusung konsep
cerita kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin yang dikemas dengan
epik. Saya sendiri
baru sadar kalau pemeran utama Parasite dan Taxi Driver itu sama. Kebetulan
yang bagus kan?
Film
ini dibuka dengan adegan dari keluarga miskin yang tinggal di sebuah basement
bawah tanah. Mereka merupakan pasangan Kim ki-taek dan dan istrinya,
Choong-sook.
Mereka
bekerja pas-pasan mengandalkan jasa melipat bungkus pizza. Ada pula kedua
anaknya yang merupakan seorang fakir kuota. Ki-woo dan Ki-jeong hanya
mengandalkan wifi tetangga yang kadang passwordnya saja lupa.
Untuk
mendapat sinyal tethering yang bagus, mereka berdua harus naik ke samping kandaset
dan berhimpit-himpitan demi koneksi internet yang lancar. Sebuah pemandangan
yang familiar bagi sobat misqueen yang hobi tethering ke orang lain.
Suatu
hari, seorang teman Ki-woo menawarinya untuk mengganti posisinya sebagai guru
les privat. Ki-woo harus mengajar anak SMA yang berasal dari keluarga kaya
raya. Tentu
saja dia senang karena bisa dapat pekerjaan. Tapi, untuk lebih meyakinkan
keluarga tersebut, Ki-woo harus membuat ijasah palsu.
Setelah
diterima, di hari pertama mengajar Da-hye, Ki-woo diawasi oleh ibunya,
Yeon-kyo. Yeon-kyo langsung takjub dengan cara mengajar Kim-woo yang baik hati.
Namun, Da-hye terlihat gugup ketika Ki-woo memberinya nasehat. Usut punya usut,
Da-hye ternyata naksir padanya. Selepas
mengajar, Yeon-kyo bercerita pada Ki-woo kalau dia membutuhkan seorang guru
untuk membimbing anak keduanya yang masih kecil.
Ki-woo
langsung kepikiran dengan adiknya, Ki-jeong. Ia berpikir agar bisa mengajak
adiknya berpura-pura mengaku jadi lulusan kampus terkenal dan bisamenawarkan
diri jadi guru les anaknya. Ki-woo
pun merekomendasikan Ki-jeong sebagai guru anak kedua Yeon-kyo yang bandel itu.
Yeon-kyo langsung percaya dan mengiyakan saja rekomendasinya. Kakak beradik ini
pun kemudiaan sama-sama mengajar kedua anak Yeon-kyo.
Kebohongan
pun terus belanjut. Ki-jeong
mejebak supir pribadi suami Yeon-kyo, Mr. Park agar segera di pecat. Kemudian
Ki-jeong diam-diam menawarkan seorang supir baru yang tidak lain adalah ayahnya
yang sudah lama menganggur. Tak
lama setelah itu, pembatunya juga ikut dipecat karena alasan sakit yang di
manipulasi oleh keluarga Kim ki-taek. Setelah itu, Choong sook resmi jadi
pembantu pengganti.
Pada
akhirnya satu keluarga bekerja di keluarga Mr. Park dan Yeon-kyo tanpa tahu
kalau mereka semua adalah satu keluarga. Mereka makin kurang ajar ketika
keluarga Mr. Park pergi keluar kota untuk berkemah. Sampai disitu kita bisa melihak
betapa jahatnya keluarga Kim ki-taek sangat keterlaluan. Saya tidak akan
teruskan kelanjutannya akan seperti apa karena semakin banyak spoiler, semakin
tidak seru nontonnya.
Sebetulnya,
hal yang paling menarik dari Parasite adalah adanya kejutan di tengah-tengah
cerita. Ada sesuatu yang di sembunyikan dari seorang pembantu lama yang dulu
bekerja pada keluarga Mr. Park. Saya
membayangkan, kalau saja film ini hanya mengadu konflik seputar keluarga miskin
Kim ki-taek dan keluarga kaya Mr. Park, ceritanya mungkin akan terasa
hambar.
Justru
konflik antara sang pembantu lama lah yang membuat Parasite menjadi film tragedi
yang cukup mencengangkan. Penonton akan diajak pada alur cerita yang sulit
ditebak endingnya akan seperti apa.Bagi yang belum nonton mungkin kurang
mengerti maksud yang ingin saya sampaikan karena jujur saya tidak mau
menjelaskan detail konfliknya seperti apa (takut spoiler guys).
Komentar
Posting Komentar