BERMAIN DRAMA KELAS 8 (MATERI DAN TUGAS) Kamis, 19 Maret 2020
BERMAIN DRAMA
KOMPETENSI DASAR
3.15
Mengidentifikasi
unsur-unsur drama (tradisional dan moderen) yang disajikan dalam bentuk pentas
atau naskah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Mengidentifikasi unsur-unsur
drama (tradisional dan moderen) yang disajikan dalam bentuk pentas atau naskah.
2 Mendiskusikan unsur-unsur dan
isi drama
3. Menelaah karakteristik unsur
dalam teks drama yang berbentuk naskah atau pentas.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Drama Menurut Para Ahli
Seni drama merupakan bentuk karya sastra yang berupa pertunjukan sebuah peran diatas panggung. Drama mementaskan sebuah cerita yang dibuat oleh penulis dalam bentuk tertulis, yang disebut sebagainaskah.
Secara umum, seni drama memiliki empat unsur pondasi, yaitu naskah drama, pemain, lokasi pertunjukkan, dan penonton.
Uniknya, walaupun naskah yang dimainkan sama, tetapi jika digarap oleh sutradara yang berbeda, akan berbeda pula hasil pementasannya. Hal ini tergantung pada perspektif dan pesan yang ingin dibangun oleh sang sutradara. Maka dari itu, naskah adalah unsur primer dalam drama yang kontennya selalu diperhatikan. Ingin tahu apa sajakah unsur-unsur yang terkandung dalam naskah drama? Berikut penjelasannya.
1. Tema

Sumber: silabus.org
Tema adalah ide pokok dari cerita yang dijadikan dasar dari naskah drama. Tema inilah yang kemudian akan dikembangkan menjadi rangkaian alur cerita dengan tokoh-tokoh dan karakter yang ada didalamnya.
2. Pesan (Amanat)
Dalam setiap cerita, akan selalu ada pesan (makna) yang ingin disampaikan kepada penonton. Pesan yang terkandung dalam naskah biasanya berbentuk pesan moral yang ingin diangkat oleh penulis.Sebuah pementasan drama dikatakan sukses jika penontonnya memahami cerita dan pesan yang dibawa didalamnya.
3. Plot (Alur Cerita)
Plot adalah rangkaian peristiwa yang membentuk suatu cerita tertentu. Plot dari sebuah naskah akan disusun sebaik mungkin agar menarik dan kreatif, namun tetap mempertahankan pesan yang harus terkandung dalam naskah.Plot yang baik harus bisa mengarahkan cerita pada masalah inti yang ingin diangkat.
Secara umum, plot naskah drama dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
Pemaparan (eksposisi)
Pada bagian pertama dari pementasan, biasanya akan diceritakan latar tempat, waktu, dan kondisi dari situasi yang terjadi. Eksposisi berfungsi layaknya pengantar cerita.
Konflik awal
Pada awal cerita, situasi yang ada masih dalam keadaan normal. Kemudian, pada saat konflik awal, mulai timbul suatu masalah yang menyebabkan perselisihan antara para pemain. Konflik adalah faktor penggerak cerita yang membuatnya semakin menarik.
Klimaks
Ketika timbul konflik demi konflik dalam cerita, klimaks akan menjadi puncak dari segala konflik dalam alur. Misalkan ketika timbul masalah antara pemain yang berperan sebagai kekasih dan mereka berakhir dengan perpisahan. Perpisahan tersebut dinamakan klimaks dari cerita.
Penyelesaian (ending)
Setelah terjadi klimaks, akan ada solusi dan penyelesaian dari konflik tersebut. Ending akan menjadi akhir dari sebuah naskah drama, yang memberikan kesimpulan akan cerita tersebut.
4. Penokohan
Sumber: moriah.nsw.edu.au
Penokohan adalah karakter (perwatakan) yang dimiliki oleh tokoh yang dimainkan.Dalam drama, penokohan biasanya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu protagonis dan antagonis. Protagonis adalah karakter yang senantiasa menjadi pihak yang benar dan melakukan kebaikan. Sebaliknya, antagonis adalah karakter yang melakukan kejahatan (keburukan).
5. Dialog
Dalam naskah drama, obrolan yang dilakukan antara pemain dinamakan dialog. Dialog ini menggambarkan cerita dalam naskah secara langsung maupun tidak langsung. Dialog yang baik dan sesuai tentu adalah dialog yang membangun cerita dan mendukung alur dalam naskah. Misalkan ketika seorang pemain diceritakan sedang marah dengan temannya, ia akan mengatakan “Ah, aku kesal dengan perbuatanmu!”.
6. Setting (Latar)
Sumber: i.pinimg.com
Latar dalam sebuah drama mencakup segala unsur yang terkandung dalam sebuah plot (alur cerita). Latar terdiri dari latar waktu, latar tempat, latar suasana, latar budaya, dan lainnya. Semua unsur tersebut merupakan hal penting yang sangat mendukung cerita dalam naskah sehingga penonton dapat memahami cerita drama tersebut. Buatlah latar yang mendukung cerita agar pensuasanaan semakin terbangun.
7. Bahasa
Bahasa yang dipakai dalam naskah drama juga tidak kalah pentingnya dalam kelancaran pementasan. Drama yang baik akan menuliskan cerita dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti.
Naskah merupakan tonggak utama dalam pementasan drama. Maka dari itu, penting untuk memastikan seluruh elemen yang ada dalam naskah dan elemen pendukung lainnya bekerja dengan baik dan sesuai, agar keseluruhan pementasan dapat berjalan dengan sukses.
Bacalah kutipan teks drama berikut ini.
Judul : Zaman
Karya : Sri Kuncoro
Tokoh-tokoh:
Ayah : Kepala rumah tangga, umur 55 tahun, berwatak sabar dan penyayang.
Ibu : Ibu rumah tangga, umur 50 tahun, berwatak mudah panik dan mudah tersinggung.
Anak 1 : Gadis, umur 22 tahun, cantik, energik, berjiwa pemberontak, dan idealis.
Anak 2 : Laki-laki, umur 19 tahun, tegap, kuat, dan egois.
Judul : Zaman
Karya : Sri Kuncoro
Tokoh-tokoh:
Ayah : Kepala rumah tangga, umur 55 tahun, berwatak sabar dan penyayang.
Ibu : Ibu rumah tangga, umur 50 tahun, berwatak mudah panik dan mudah tersinggung.
Anak 1 : Gadis, umur 22 tahun, cantik, energik, berjiwa pemberontak, dan idealis.
Anak 2 : Laki-laki, umur 19 tahun, tegap, kuat, dan egois.
Ibu : Ayah, sepertinya hujan akan turun. Lihatlah mendung itu gelap sekali. Di mana anak-anak?
Ayah : Tenanglah Bu. Mereka, ‘kan sudah dewasa.
Ibu : Tapi, ‘kan tidak biasanya mereka pulang terlambat. Lagi pula mendung begini dahsyat.
Ayah : Mereka toh bisa berlindung, jika nanti hujan turun dengan lebat.
Ibu : Ah, Ayah selalu begitu!
Ayah : Ah, Ibu juga selalu begitu!
(Keduanya diam, lalu anak ke-2 memasuki pintu panggung)
Ibu : Kenapa pulang terlambat, Man? Sudah makan siang, Nak?
Anak 2 : Sudah Bu. Tadi, ada demo yang menghambat lalu lintas.
Ayah : Tenanglah Bu. Mereka, ‘kan sudah dewasa.
Ibu : Tapi, ‘kan tidak biasanya mereka pulang terlambat. Lagi pula mendung begini dahsyat.
Ayah : Mereka toh bisa berlindung, jika nanti hujan turun dengan lebat.
Ibu : Ah, Ayah selalu begitu!
Ayah : Ah, Ibu juga selalu begitu!
(Keduanya diam, lalu anak ke-2 memasuki pintu panggung)
Ibu : Kenapa pulang terlambat, Man? Sudah makan siang, Nak?
Anak 2 : Sudah Bu. Tadi, ada demo yang menghambat lalu lintas.
Ayah : Demo tentang apa dan oleh siapa?
Anak 2 : Tidak tahu, Ya. Saya tidak peduli demo macam apa dan oleh siapa.
(Masuk ke kamar, ganti baju, dan keluar lagi).
Ibu : Kau mau kemana lagi, Man?
Anak 2 : Voli, Bu. Ada latihan di stadion.
Ibu : Mendung begitu gelap, kakakmu belum pulang. Carilah dulu!
Anak 2 : Saya sudah terlambat, Bu. Lagi pula Kakak pasti bisa menjaga diri.
Anak 2 : Tidak tahu, Ya. Saya tidak peduli demo macam apa dan oleh siapa.
(Masuk ke kamar, ganti baju, dan keluar lagi).
Ibu : Kau mau kemana lagi, Man?
Anak 2 : Voli, Bu. Ada latihan di stadion.
Ibu : Mendung begitu gelap, kakakmu belum pulang. Carilah dulu!
Anak 2 : Saya sudah terlambat, Bu. Lagi pula Kakak pasti bisa menjaga diri.
Ibu : Hujan akan segera turun. Nanti dia terjebak hujan. Jemputlah dulu!
Anak 2 : Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah bukan balita lagi.
Ayah : Man, jangan kasar kepada ibumu!
(Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa)
Anak 2 : Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu!
Anak 1 : Reseh, lu!
Anak 2 : Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah bukan balita lagi.
Ayah : Man, jangan kasar kepada ibumu!
(Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa)
Anak 2 : Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu!
Anak 1 : Reseh, lu!
Ibu : Dari mana kau, Martha?
Anak 1 : Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan.
Ayah : Keadilan macam apa?
Anak 1 : Keadilan bagi rakyat jelata. Sekarang ini, ya, segala kepentingan umum sudah dimanipulasi oleh kepentingan golongan
Anak 1 : Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan.
Ayah : Keadilan macam apa?
Anak 1 : Keadilan bagi rakyat jelata. Sekarang ini, ya, segala kepentingan umum sudah dimanipulasi oleh kepentingan golongan
dan orang-orang tertentu. Tadi, ya, seandainya tidak ada bentrok dengan polisi, kami sudah bisa menembus gedung
yang angkuh itu.
Ibu : Kau berurusan dengan polisi?
Anak 1 : Demi keadilan, Bu.
Ibu : Jangan macam-macam kamu, ya,!
Anak 1 : Ibu jangan khawatir. Jangan panik seperti itu!
Ibu : Kau berurusan dengan polisi?
Anak 1 : Demi keadilan, Bu.
Ibu : Jangan macam-macam kamu, ya,!
Anak 1 : Ibu jangan khawatir. Jangan panik seperti itu!
LATIHAN
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa tema yang dapat kamu tangkap dari kutipan drama di atas?
2. Siapa saja tokoh dalam kutipan drama di atas?
3. Sebutkah perwatakan tokoh berikut!
2. Siapa saja tokoh dalam kutipan drama di atas?
3. Sebutkah perwatakan tokoh berikut!
Tokoh Perwatakan
Ayah ………………………………………………………………………
Ibu ………………………………………………………………………
Anak 1 (Martha) ………………………………………………………………………
Anak 2 (Arman) ………………………………………………………………………
Ibu ………………………………………………………………………
Anak 1 (Martha) ………………………………………………………………………
Anak 2 (Arman) ………………………………………………………………………
4. Di mana dan kapan latar drama di atas?
5. Bagaimana suasana yang melatarbelakanginya?
6. Mengapa Martha bentrok dengan polisi?
7. Apa tujuan Martha berdemonstrasi?
8. Amanat apa yang kamu temukan dalam kutipan drama di atas?
catatan : silakan kerjakan tugas di atas untuk kelas 8A kemudian foto tugas tersebut dan foto bukti selfi kalian mengerjakan tugas kemudian kirim melalui wa 0895621990978. Batas waktu maksimal mengerjakan pukul 12.00 WIB. Selamat mengerjakan!
5. Bagaimana suasana yang melatarbelakanginya?
6. Mengapa Martha bentrok dengan polisi?
7. Apa tujuan Martha berdemonstrasi?
8. Amanat apa yang kamu temukan dalam kutipan drama di atas?
catatan : silakan kerjakan tugas di atas untuk kelas 8A kemudian foto tugas tersebut dan foto bukti selfi kalian mengerjakan tugas kemudian kirim melalui wa 0895621990978. Batas waktu maksimal mengerjakan pukul 12.00 WIB. Selamat mengerjakan!
.jpg)


Oke miss
BalasHapusOk mis
BalasHapusOk miss
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSiap miss
BalasHapusOk miss
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusOke miss
BalasHapusOk miss : bima
BalasHapusOk mis
BalasHapusSiap miss
BalasHapusini siapa?
Hapusok miss:)
BalasHapusOke miss
BalasHapustulis nama nak
HapusOk miss
BalasHapusOke miss
BalasHapusOke miss
BalasHapusSaya Alif Akbar Miss.
BalasHapusSaya tegar r
BalasHapusZidan: ok miss
BalasHapussiap mis
BalasHapus